MATI DI BULAN JUNI
(www.floressastra.com; http://dlvr.it/LhF0V5 ) Jatuh cinta di bulan Juni, itu biasa. Saat hujan tak pernah berhenti menetes dan aroma kelabu memenuhi udara dengan khayalan. Bulan Juni saat paling tepat untuk mendesah di balik jendela, sambil melukis bentuk hati dan namanya pada kaca yang berembun. Berharap saat hujan turun, kau dan dia terperangkap bersama. Selama-lamanya. Aku, tidak memilih jatuh cinta di bulan basah. Tidak pada manusia. Aku menjatuhkan cintaku pada sosok yang lebih gelap dari gumpalan awan mendung, pun lebih menakutkan dari gelegar guntur. Aku memilih kematian untuk menemaniku menghabiskan waktu pada saat gerimis. Terkejut? Wajar saja. Bagi sebagian orang, kematian adalah takdir yang ingin dihindari. Bagiku tidak. Aku menjemput mati sebelum dia datang. Bahkan aku sempat mengundangnya beberapa kali, kita sempat bercumbu seperti kekasih. Pada satu perjumpaan kami, kematian sempat bercerita perihal ibu. Yang dia jemput saat hujan deras, saat ibu be...